Senin, 03 Desember 2012

Aliran-Aliran Pendidikan "Pengantar Pendidikan"


            Pemikiran-pemikiran tentang pendidikan sejak dulu, kini, dan masa yang akan datang terus berkembang. Hasil-hasil dari pemikiran itu disebut aliran atau gerakan baru dalam pendidikan. Aliran atau gerakan tersebut mempengaruhi pendidikan diseluruh dunia, termasuk juga di Indonesia.
A.    Aliran Klasik dan Gerakan Baru dalam Pendidikan
            Aliran-aliran klasik terdiri atas aliran empiris, nativisme, naturalisme, dan konvergensi. Aliran ini menghubungkan pemikiran dimasa lalu, sekarang, dan mungkin di masa yang akan datang. Aliran ini memicu munculnya berbagai argumen-argumen tentang pendidikan, mulai dari yang pesimis hingga yang paling optimis. Selain itu, muncul pula beragam gerakan baru dalam pendidikan yang pengaruhnya masih terasa sampai sekarang. Yaitu gerakan pengajaran alam sekitar, pengajaran pusat perhatian, sekolah kerja, dan pengajaran proyek. Kemunculan gerakan baru tersebut  memunculkan beragam pro dan kontra dalam masyarakat.
1.      Aliran-Aliran Klasik dalam Pendidikan dan Pengaruhnya Terhadap Pemikiran Pendidikan di Indonesia
a.       Aliran Empirisme
            Aliran empirisme bertolak dari Lockean Tradition yang mementingkan stimulasi eksternal dalam perkembangan manusia, dan tidak mementingkan bakat anak yang dibawa dari lahir. Aliran ini menekankan bahwa pengalaman empiric yang diperoleh dari lingkungan akan berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak. Namun, banyak yang tidak sepaham dengan aliran ini karena berdasarkan fakta di lapangan ada anak yang berhasil karena berbakat, meskipun lingkungan sekitarnya tidak mendukung.
b.      Aliran Nativisme
            Aliran nativisme bertolak dari Leibnitzian Tradition yang menekankan kemampuan dalam diri anak, sehingga factor lingkungan termasuk factor pendidikan, kurang berpengaruh terhadap perkembangan anak. Hasil perkembangan tersebut sudah ditentukan oleh pembawaan yang sudah diperoleh sejak lahir. Seorang filsuf dari aliran ini, G. Leibnitz menyatakan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu inti pribadi yang mendorong manusia untuk menentukan pilihan sendiri. Pernyataan inilah yang merupakan pokok acuan dari aliran nativisme. Namun sebenarnya, factor hereditas dan lingkungan merupakan dua hal yang penting dalam perkembangan anak.
c.       Aliran Naturalisme
            Pandangan ini dipelopori oleh seorang filsuf Prancis J.J. Rousseau, dia berpendapat bahwa semua anak yang baru dilahirkan mempunyai pembawaan buruk. Inti dari aliran ini adalah pendidik wajib membiarkan pertumbuhan anak pada alam.

d.      Aliran Konvergensi
            Aliran ini menyatakan bahwa dalam proses perkembangan anak, baik factor pembawaan maupun factor lingkungan sama-sama mempunyai factor yang sangat penting.
e.       Pengaruh Aliran Klasik terhadap Pemikiran dan Praktek Pendidikan di Indonesia
            Aliran klasik di Indonesia tidak sepenuhnya ditolak, tetapi penerimaan itu dilakukan dengan pendekatan efektif fungsional yang diterima sesuai dengan kebutuhan, namun ditempatkan dalam latar pandangan yang konvergensi.
2.      Gerakan Baru Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Pelaksanaan di Indonesia
a.       Pengajaran Alam Sekitar
            Pengajaran alam sekita merupakan gerakan pendidikan yang mendekatkan anak pada alam sekitarnya. Prinsip dari pengajaran alam sekitar adalah:
·         Dengan pengajaran alam sekitar itu guru dapat meragakan secara langsung.
·         Memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya agar anak aktif atau giat.
·         Memungkingkan memberikan pengajaran totalitas.
·         Dapat memberikan anak bahan apersepsi intelektual yang kukuh.
·         Pengajaran alam sekitar memberikan apersepsi emosional.
b.      Pengajaran Pusat Perhatian
            Pengajaran ini merupakan gerakan yang telah mendorong berbagai upaya agar dalam kegiatan belajar mengajar diadakan berbagai variasi sehingga perhatian siswa tetap terpusat pada bahan ajaran.
c.       Sekolah Kerja
            Gerakan sekolah kerja dapat dipandang sebagai titik kulminasi dari pandangan-pandangan yang mementingkan pendidikan keterampilan dalam pendidikan. Gerakan ini juga meluas sampai ke Indonesia, yang dikenal dengan istilah sekolah kejuruan.
d.      Pengajaran Proyek
            Dalam pengajaran proyek, anak bebas menentukan pilihannya (terhadap pekerjaan), merancang, serta memimpinnya. Proyek yang ditentukan oleh anak mendorongnya untuk mencari jalan keluar bila ia menemui kesulitan.
e.       Pengaruh Gerakan Baru dalam Pendidikan Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan di Indonesia
            Gerakan baru dalam pendidikan juga memberikan pengaruh yang besar dalam pendidikan di Indonesia. Misalnya, adanya muatan local dalam kurikulum, berkembangnya sekolah kejuruan, dan pemupukan semangat kerja sama multidisiplin dalam menghadapi masalah.
B.     Dua  Aliran Pokok Pendidikan di Indonesia
            Dua aliran pokok pendidikan di Indonesia yang dimaksud adalah Perguruan Kebangsaan Taman Siswa dan Ruang Pendidikan INS Kayu Tanam. Kedua aliran ini dipandang sebagai suatu tonggak pemikiran tentang pendidikan di Indonesia.

1.      Perguruan Kebangsaan Taman Siswa
      Perguruan Kebangsaan Taman siswa didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1932 di Yogyakarta.
a.      Asas dan Tujuan Taman Siswa
                  Taman Siswa memiliki tujuh asas perjuangan yang dikenal dengan  “Asas 1922”, antara lain:
v  Setia orang mempunyai hak mengatur dirinya sendiri dengan mengingat terbitnya persatuan dalam perikehidupan umum.
v  Pengajaran harus member pengetahuan yang berfaedah yang dalam arti lahri dan batin dapat memerdekakan diri.
v  Pengajaran harus berdasar pada kebudayaan dan kebangsaan sendiri.
v  Pengajaran harus tersebar luas sampai menjangkau seluruh masyarakat.
v  Mengejar kemerdekaan hidup hendaknya diusahakan dengan kekuatan sendiri dan menolak bantuan apapun dan dari siapapun yang mengikat.
v  Sebagai konsekuensi hidup dengan kekuatan sendiri maka mutlak harus membelanjai sendiri segala usaha yang dilakukan.
v  Mendidik anak-anak perlu adanya keikhlasan lahir dan batin dengan mengorbankan segala kepentingan pribadi demi kebahagiaan anak-anak.
Dalam perkembangannya, Taman Siswa melengkapi “Asas 1922” dengan “Dasar-Dasar 1947” yang disebut pula “Panca Dharma”. Asas-asas tersebut antara lain : asas kemerdekaan, asas kodrat alam, asas kebudayaan, asas kebangsaan, dan asas kemanusiaan.
      Adapun tujuan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa antara lain:
1.      Sebagai badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat tertib dan damai.
2.      Membangun anak didik menjadi manusia yang merdeka lahir batin, luhur akal budinya, serta sehat jasmaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna dan bertanggung jawab atas keserasian bangsa, tanah air, serta manusia pada umumnya.
b.      Upaya-Upaya Pendidikan yang Dilakukan Taman Siswa
1.)    Menyelenggarakan tugas pendidikan dalam bentuk perguruan dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi.
2.)    Mengikuti dan mempelajari perkembangan dunia di luar Taman Siswa yang ada hubungannya dengan bidang kegiatan Taman Siswa.
3.)    Menumbuhkan lingkungan hidup keluarga Taman Siswa, sehingga dapat tampak benar wujud masyarakat Taman Siswa yang dicita-citakan.

c.       Hasil-Hasil yang Dicapai
            Taman Siswa telah mencapai berbagai hal seperti : gagasan/pemikiran tentang pendidikan nasional, lembaga-lembaga pendidikan dari Taman Indria sampai dengan Sarjana Wiyata, dan sejumlah besar alumni perguruan banyak yang menjadi tokoh nasional, seperti Ki Hajar Dewantara, Ki Mangunsarkoro, dan Ki Suratman.
2.      Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
      Ruang Pendidik INS Kayu Tanam didirikan oleh Mohammad Sjafei pada tanggal 31 Oktober 1962 di Kayu Tanam.
a.      Asas dan Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
1.)    Berpikir logis dan rasional.
2.)    Keaktifan atau kegiatan.
3.)    Pendidikan masyarakat.
4.)    Memperhatikan pembawaan anak.
5.)    Menentang intelektualisme.
Namun, seiring perkembangan zaman, asas tersebut berkembang menjadi dasar-dasar pendidikan.
Tujuan Ruang Pendidik INS Kayu Tanam adalah :
v  Mendidik rakyat kea rah kemerdekaan.
v  Member pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
v  Mendidik para pemuda agar berguna untuk masyarakat.
v  Menanamkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan  berani bertanggung jawab.
v  Mengusahakan mandiri dalam pembiayaan.
b.      Usaha-Usaha Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
Usaha-usaha yang dilakukan Mohammad Sjafei dan kawan-kawan antara lain: memantapkan dan menyebarluaskan gagasan-gagasannya tentang pendidikan nasional, pengembangan Ruang Pendidik INS, upaya pemberantasan buta huruf, penerbitan majalah anak-anak, dan lain-lain.
c.       Hasil-Hasil yang Dicapai Ruang Pendidik INS Kayu Tanam
            INS Kayu Tanam telah mengupayakan gagasan tentang pendidikan nasional, beberapa ruang pendidikan,dan sejumlah alumni. Salah satu  Alumni pun telah berhasil menerbitkan salah satu tulisan Moh. Sjafei yakni Dasar-Dasar pendidikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar